Terakhir diperbarui 26 September 2026 · Versi 1.2 · Mengacu ke UU PDP No. 27/2022
Data yang Kami Kumpulkan
- Data akun: nomor WhatsApp, email, nama tampilan, password (disimpan dalam bentuk hash bcrypt)
- Masuk dengan Google (jika kamu memakainya): nama, email, dan ID akun Google kamu
- Data transaksi: produk yang dibeli, nomor tujuan, jumlah, waktu, metode bayar
- Data jaringan: Agen yang mengajak kamu dan Agen yang kamu ajak langsung, riwayat cascade margin
- Data teknis: IP address, user agent, waktu akses (untuk keamanan dan pembatasan percobaan login)
- Data pembayaran: kami TIDAK menyimpan data kartu/rekeningmu; data itu dipegang payment gateway (Winpay dan mitra)
Cara Kami Menggunakan Data
- Memproses transaksi dan mengirim struk / SN pulsa
- Mengirim update status transaksi via WhatsApp / email
- Memverifikasi identitas saat login, transfer saldo besar, atau refund
- Menghitung cascade margin untuk Agen yang mengajak kamu sesuai jaringan yang kamu daftarkan
- Analitik agregat (tidak ada info personal individual yang dibagikan ke pengiklan)
- Kepatuhan hukum jika ada perintah pengadilan yang sah
Yang TIDAK Kami Lakukan
- Menjual data personal ke pihak ketiga
- Membagikan riwayat transaksi ke pengiklan
- Mengirim marketing tanpa persetujuan
- Menyimpan info kartu kredit/debit
- Meminta password, PIN, kode OTP, atau kode 2FA kamu (lihat bagian Keamanan Akunmu)
Berbagi ke Pihak Ketiga
- Payment gateway (Winpay): untuk memproses pembayaran, hanya nominal dan referensi transaksi
- Mitra supplier resmi kami: untuk mengirim topup, hanya nomor tujuan dan produk (tanpa data personal pengguna)
- Provider WhatsApp dan email: untuk notifikasi transaksi dan kode verifikasi, hanya nomor/email dan isi pesan
- Google (sebagai penyedia login, jika kamu memakai Masuk dengan Google): Google mengirim nama, email, dan ID akun Google kamu ke kami saat kamu masuk; kami tidak mengirim data transaksi ke Google
- Otoritas hukum (jika ada perintah pengadilan yang sah)
Keamanan
- Password disimpan dalam bentuk hash bcrypt (tidak dapat dibalik)
- Kredensial gateway pembayaran disimpan terenkripsi AES-256-GCM di server, master key di luar database
- Semua koneksi wajib HTTPS (HSTS); tidak ada akses HTTP terbuka
- Webhook payment diverifikasi dengan signature RSA-SHA256, sehingga tidak bisa dipalsukan tanpa private key
- Pembatasan percobaan di endpoint login untuk mencegah brute force
- Audit log admin: setiap perubahan konfigurasi dan refund tercatat
Keamanan Akunmu
Staf GenPul tidak akan pernah meminta password, PIN, kode OTP, atau kode 2FA kamu lewat kanal apa pun (WhatsApp, telepon, SMS, email, atau media sosial). Jangan berikan kode tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku dari GenPul.
Login hanya di situs resmi genpul.com. Kami tidak bertanggung jawab atas kebocoran data atau kerugian yang timbul karena kesalahan pengguna sendiri, misalnya membagikan password, PIN, OTP, atau kode 2FA, membiarkan orang lain memakai akun atau perangkatmu, memasukkan data login di situs palsu (phishing) di luar genpul.com, atau salah memasukkan nomor tujuan. Ketentuan lengkapnya ada di Syarat & Ketentuan bagian 9.
Jika kamu curiga akunmu diakses orang lain, segera ganti password dan hubungi CS kami.
Hak Kamu (UU PDP)
- Meminta akses ke data personal kamu (kami kirim via email dalam 14 hari kerja)
- Meminta koreksi data yang salah
- Meminta penghapusan akun dan data (setelah kewajiban transaksi dan retensi pajak selesai)
- Menarik persetujuan pemrosesan data untuk keperluan non-esensial
- Menolak pesan marketing
- Mengajukan keluhan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) jika tidak puas dengan penanganan kami
Retensi Data
- Data transaksi: disimpan minimal 5 tahun (kewajiban pajak/audit)
- Data akun: disimpan selama akun aktif. Kamu bisa minta penghapusan akun kapan saja (lihat Hak Kamu)
- Log teknis (IP, user agent), log pembayaran dan log admin: disimpan selama diperlukan untuk keamanan, penyelesaian sengketa dan audit